
GNRM UNSA 2022: AKSI CEGAH ANEMIA DAN STUNTING PADA MABA WUJUD AKSI INDONESIA TERTIB

Sumbawa Besar-UNSANEWS, Arah pembangunan nasional bangsa Indonesia yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2025 yang merupakan tahapan ke-empat dari rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN) 2005-2025, menekankan untuk melaksanakan revolusi mental sebagai tujuan pembangunan nasional Indonesia. Program GNRM ini merupakan kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2022, dan UNSA sebagai salah satu PTS yang memenangkan hibah tersebut dari 35 Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia.

Salah satu aksi kegiatan GNRM di Universitas Samawa, Sumbawa Besar menggelar kegiatan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada mahasiswa bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa pada 1/09/2022. Kegiatan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada mahasiswa baru merupakan wujud komitmen UNSA mendukung terlaksananya GNRM pada Perguran Tinggi. Kegiatan pemberian tablet tambah darah (TTD) pada mahasiswa baru merupakan salah satu aksi dari serangkaian kegiatan penguatan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKK-MB) 2022.

Prof.Dr.Syaifuddin Iskandar selaku Rektor Unsa dalam sambutan pada pembukaan PKK Maba Unsa menegaskan bahwa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan wahana bagi perguruan tinggi untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Gerakan revolusi mental yang digalakkan oleh pemerintah Indonesia dalam sistem pendidikan sangat penting dilakukan. Sebagai wujud komitmen Unsa dalam mendukung program pemerintah, Unsa kembali melaksanakan kegiatan penguatan gerakan Revolusi Mental membangun ketangguhan mahasiswa melalui 5 gerakan, yaitu Gerakan Indonesia bersih, Gerakan Indonesia melayani, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia, Gerakan Indonesia Bersatu.”Gerakan pemberian tablet tambah darah (TTD) adalah wujud komitmen UNSA dengan membangun ketangguhan mahasiswa di era persaingan global”.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, dr. Hj.Nieta Ariyani dan memberikan bantuan langsung TTD untuk maba yang diserahkan kepada Wakil Rektor I bidang Akademik UNSA, Syahdi Mastar selaku ketua pelaksana PKK Maba UNSA 2022, dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr.Ieke Wulan Ayu, STP., M.Si. selaku ketua pelaksana kegiatan GNRM UNSA, dalam kesempatan tersebut Sekdis dr.Hj.Nieta menyampaikan kepada maba, bahwa mahasiswa harus tetap menjaga kesehatan, utamanya pada mahasiswi, karena kekurangan zat besi akan menyebabkan anemia, dan kekurangan darah. “Anemia masih merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Penanggulangan anemia pada ibu hamil merupakan salah satu upaya penurunan stunting, dan salah satu upaya pencegahan stunting di Kabupaten Sumbawa, yaitu dengan memberikan penguatan kepada calon ibu, untuk memahami dan menyadarkan remaja putri untuk harus mengkonsumsi TTD”.

Lebih lanjut dijelaskan Sekdis, pemberian tablet tambah darah merupakan upaya pencegahan atau preventif. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam transformasi kesehatan, khususnya transformasi pada layanan primer yang tujuannya adalah untuk menciptakan orang yang sehat dengan menggerakkan langkah-langkah preventif. Transformasi layanan primer difokuskan untuk meningkatkan layanan promotif dan preventif, seperti memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, dan promosi kesehatan. Hal itu dilakukan salah satunya melalui pendekatan pelayanan sesuai siklus hidup, komprehensif dan bersinambung. Pemberian TTD merupakan upaya preventif untuk mencegah kematian ibu pada saat melahirkan. Upaya itu dilakukan sejak seorang perempuan berusia remaja. “Pemberian TTD sekarang ini merupakan salah satu upaya pencegahan sesuai siklus hidup,” tutur Sekdis.

Ketua pelaksana GNRM, Dr.Ieke menjelaskan dalam rangka meningkatkan peran dan kontribusi nyata perguruan tinggi dan mahasiswa dalam pembangunan nasional, sesuai tujuan GNRM UNSA tahun 2022. Penguatan GNRM Mahasiswa Baru, dengan pemberian TTD adalah aksi nyata meminimalisiasi perempuan usia muda mengalami anemia sebagai wujud kegiatan Indonesia Tertib.