Inilah Pemikiran Inisiator FGD UNSA Mewujudkan Legacy Monumental Pemda Sumbawa Tahun 2024

Rektor Universitas Samawa Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd.

Sumbawa Besar, UNSANEWS – Universitas Samawa memenggelar Focus Group Discussion (FGD) Mewujudkan Legacy Monumental Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Tahun 2024 Sabtu (8/4/2023) di Gedung Aula Auditorium Sri Bonyo Universitas Samawa.

 

Prof Dr Syaifuddin Iskandar MPd, Rektor Universitas Samawa dihadapan Bupati Sumbawa, Ketua DPRD dan peserta FGD mengungkapkan bahwa atas dasar kegelisahan, cemas, gemas, mendengar berbagai informasi yang langsung kepada dirinya, di samping hal-hal positif yang didiskusikan juga dibicarakan oleh berbagai kalangan itu yang negatif ini sering kita dengar.

 

“Dikatakan Pemerintah belum ada karya yang kita harapkanla, juga ada pemimpin yang betul-betul intens, sebabnya proses dan hasil pembangunan di Sumbawa ini yang kita harapkan seperti itu, sehingga kita bisa mengeleminir pandangan-pandangan negatif tentang hasil kerja dari pemerintahan kita saat ini” Ungkap Prof Ude karab disapa.

 

Yang berikutnya ujar Prof Ude, kadang-kadang juga sering dihubung-hubungkan dengan hasil kerja pemerintahan yang lalu misalnya Husni -Mo dulu walaupun berpasangan juga dengan H.Mo, sering dibandingkan dulu hasilnya jelas konkrit, disebutlah pasar Seketeng, Puskesmas, Rumah Sakit, Bendungan Beringin Sila dan sebagainya.

 

“Yang kita harapkan setiap periode Bupati itu ada semacam legacy, sesuai temanya. Makna legacy adalah karya yang ditinggalkan semacam warisan peninggalan yang sifatnya monumental, bisa dikenang oleh seluruh masyarakat sepanjang masa. Dan dalam teori-teori kepemimpinan juga, pemimpin yang hebat sukses itu kalau ada meninggalkan legacy untuk rakyatnya.

 

Seperti dirinya ujar prof Ude mencontohkan, Legacynya adalah terbangunnya kampus, karya peninggalan itu hingga kita mati akan dikenang. Itulah yang kita harapkan pada kepemimpinan Sumbawa yang dari masa lalu hingga masa kini. Dan sekarang khususnya di Pemerintahan Mo Novi ini, juga kita berharap ada legacy untuk rakyatnya, nanti walaupun kita sudah tiada di dunia ini kelak bahkan bukan saja Bupatinya, kepala Dinas juga andil

 

“Kepala Dinasnya yang diberikan kepercayaan perlu dipecut agar mau berkarya, kalau enggak punya apapun yang besar ganti saja atau di kepala dinas harus ada inovasi, terobosan yang mendukung betul-betul program Bupatinya sehingga tidak ada yang tercecer dari visi misi Bupatinya.” Beber Prof Ude.

 

“Jujur saja, progress kerja Pemerintahan Mo- Novi yang kita lihat belakangan ini sudah banyak lah dan itu sering di sampaikan dalam pidato Bupati saat Peringatan Hari kemerdekaan RI maupun HUT kabupaten Sumbawa, namun itu kalau kita udah paham bahwa banyak kesuksesan-kesuksesan yang diraih oleh Mo-Novi, seperti MXGP hanya masih banyak yang pertanyakan untuk siapa? Untuk apa?. Harapan Kita ke depan kalau pun legacy itu tidak harus fisik, tapi non fisik juga boleh disebut sebagai karya yang diakumulasikan di tahun 2024. Inilah yang kita angkat sehingga dari FGD ini bisa menjawab pertanyaan yang macam-macam tadi . Tutup Prof Ude.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *