
Dukung Program SDGs, Tim PKM-PM UNSA Bentuk Pustaka Anak Laut
Dukung Program SDGs, Tim PKM-PM UNSA Bentuk Pustaka Anak Laut
UNSANEWS, Sumbawa Besar – Salah satu hambatan paling signifikan dalam pengelolaan perikanan dan konservasi laut adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya, kerentanan, dan konektivitas antara manusai dan laut. kebutuhan yang paling mendesak dalam konservasi laut adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang koneksitifitas manusia dan laut serta meningkatkan perilaku pro-lingkungan. Saat ini, strategi pembinaan sikap dan perilaku yang mendukung pemanfaatan lingkungan alam yang berkelanjutan merupakan strategi yang gencar dilakukan secara global dalam mendukung pembangunan perikanan yang berkelanjutan.
Pendidikan terkait laut merupakan hal yang fundamental yang harus diberikan kepada anak-anak teruatama anak-anak pesisir. Anak-anak yang mampu memahami pentingnya lautan bagi umat manusia dan berkomunikasi tentang lautan akan mempengaruhi teman sebaya dan keluarga. Ketika dewasa, diharapkan dapat membuat keputusan yang bertanggung jawab terhadap pemanfaatan laut.
Hal ini selaras dengan Agenda PBB 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan (UNESCO, 2017). Diantara tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yaitu: bahwa sangat penting untuk “memastikan pendidikan berkualitas” (SDG 4), membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan; “mengambil tindakan untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya” (SDG 13); serta “melestarikan dan menggunakan samudra, laut, dan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk pembangunan berkelanjutan” (SDG14). Namun hingga saat ini, isu kurikulum sekolah nasional di seluruh dunia ialah kurangnya literasi laut, Selain itu, topik pesisir dan kelautan hampir tidak ada dalam kurikulum Sains dan Geografi di berbagai negara termasuk di Indonesia.
Hal ini selaras dengan Agenda PBB 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan (UNESCO, 2017). Diantara tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yaitu: bahwa sangat penting untuk “memastikan pendidikan berkualitas” (SDG 4), membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan; “mengambil tindakan untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya” (SDG 13); serta “melestarikan dan menggunakan samudra, laut, dan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk pembangunan berkelanjutan” (SDG14). Namun hingga saat ini, isu kurikulum sekolah nasional di seluruh dunia ialah kurangnya literasi laut, Selain itu, topik pesisir dan kelautan hampir tidak ada dalam kurikulum Sains dan Geografi di berbagai negara termasuk di Indonesia.
Faturrahman selaku pembina TPQ Ar-Rahman sekaligus anggota POKMASWAS menyampaikan rasa terima kasih kepada TIM PKM-PM yang telah memberikan dukungan kepada TPQ Ar-Rahman dan memberikan edukasi kepada anak-anak Dusun Prajak. Petira Rimba Hidayat selaku ketua PKM-PM Pustaka Anak Laut menyampaiakan bahwa pembelajaran di pustaka anak laut akan dilakukan sesuai dengan kurikulum ocean literacy laut for all yang dikembangkan oleh UNICEP.
“PKM-PM ini didanai oleh KEMENDIKBUDRISTEKDIKTI tahun 2023. TIM PKM-PM berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari membentuk generasi yang sadar laut dan dapat mengatasi permasalahan perilaku merusak laut,” pungkasnya.