
UNSA bersama Kemenko PMK, dan FRI adakan Kuliah Penguatan Karakter Pancasila dan Nilai-Nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam Era Digital untuk Mahasiswa dan Masyarakat
UNSANEWS, Sumbawa Besar – Budaya dalam bermedia digital saat ini mengalami berbagai tantangan, seperti mengaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya nilai kesopanan dan kesantunan, dan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan penguatan karakter pancasila dan nilai bhineka tunggal ika pada era digital,saat ini. Penggunaan teknologi dapat membawa pengauh dan dampak bagi kehidupan bermasyarakat, sehingga sangat pentng mengenal literasi digital yang baik, dan dapat beradaptasi dengan berbagai perubahan.
Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI), Forum Rektor Indonesia (FRI) bekerja sama dengan Polri (Polres Sumbawa, dan TNI (Kodim 1607/Sumbawa), menyelenggarakan kegiatan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) unsa dengan kegiatan Kuliah Umum Penguatan Karakter Pancasila dan Ber Bhinneka Tunggal Ika dalam Era Digital, pada 18 Juli 2023 di Auditorium Universitas Samawa.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung satu hari, sejak pagi hingga siang hari ini dimoderatori oleh M. Anugerah Puji Sakti, S.H., M.H., dari LPPM Unsa dan dihadiri oleh Bupati Sumbawa. Peserta dari kelompok sosial kemasyarakatan terdiri dari PGRI Kab. Sumbawa, Ikatan Keluarga Minang (IKM), Kader Posyandu, Karang Taruna, Kwarcab Sumbawa, ibu PKK, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), kelompok UMKM, dan mahasiswa UNSA berjumlah 500 orang di Kabupaten Sumbawa dengan menghadirkan narasumber pada kegiatan yaitu narasumber pertama, yaitu Dr. Lahmuddin, S.H., M.Hum, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Samawa, dengan materi Pemanfaatan Era Digital dalam Rangka Penguatan Nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika; narasumber kedua,yaitu AKBP.Heru Muslimin, S.I.K.,M.I.P, selaku Kapolres Sumbawa dengan materi Peran Aparat Penegak Hukum Dalam Mengedukasi Masyarakat Sebagai Tindakan Preventif; dan narasumber ketiga, yaitu Letkol.CZI. Eko Cahyo Setiawan, S.E.,M.Han selaku Dandim 1607/Sumbawa, dengan materi Penguatan Nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika Di Era Digital.
Dr. Lahmuddin, S.H., M.Hum, menjelaskan bahwa “digital culture yaitu kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Digital Culture merupakan prasyarat dalam melakukan transformasi digital karena penerapan budaya digital lebih kepada mengubah pola pikir (mindset) agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital”.
AKBP.Heru Muslimin, S.I.K.,M.I.P, menjelaskan bahwa“Di era digital saat ini, pemberitaan dan informasi sangat mudah di dapat, jadi sebelum dishare para mahasiswa,masyarakat harus pandai-pandai menyaring guna mengantisipasi pemberitaan negatif dan hoax ”.
Letkol.CZI. Eko Cahyo Setiawan, S.E.,M.Han, menjelaskan bahwa “Para mahasiswa nota benenya sebagai duta intelektual multi keilmuan harus memahami perjalan panjang sejarah perjuangan bangsa sehingga menjadi modal dasar yang baik dalam pengabdian .

Prof.Dr. Syaifuddin Iskandar,M.Pd selaku rektor memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan GNRM tahun 2023 Universitas Samawa. “Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Kemenko PMK dan FRI terhadap Universitas Samawa dalam mewujudkan kolaborasi bersama masyarakat. Ilmu yang diberikan oleh narasumber sangat penting dan bermanfaat untuk mahasiswa berinteraksi sosial dimasyarakat”.