
Dosen Universitas samawa Memenangkan Hibah Kompetitif Nasional, Program Penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025, Skema PKM. Dengan Judul Peningkatan Manajemen Pengelolaan Ternak dan Pengolahan Limbah Fases untuk Meningkatkan Kesejahteraan Kelompok Tani Ternak “Sadak” di Kelurahan Seketeng Kabupaten Sumbawa

UNSANEWS, Sumbawa Besar – Tim yang diketuai oleh Dr. Sudirman, SPt.,M.Si.,IPM. dengan anggota Asrul Hamdani M.Si dan Wening Kusumardani, SP.,MP. dengan judul Peningkatan Manajemen Pengelolaan Ternak dan Pengolahan Limbah Feses Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Kelompok Tani Ternak “Sadak” di Kelurahan Seketeng Kabupaten Sumbawa.
KTT SADAK berlokasi sangat dekat dengan pemukiman warga, hanya sekitar 10meter dari Perumahan Bumi Asri. Keberadaan KTT ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar akibat bau menyengat yang berasal dari feses ayam petelur dan ternak sapi. Hal ini karena belum diterapkannya teknologi dalam manajemen pengelolaan limbah, sehingga feses yang dihasilkan berbau tajam. Selain itu, limbah feses belum dimanfaatkan sebagai pupuk kompos, menyebabkan bau tidak sedap yang mengganggu setiap hari serta meningkatnya populasi lalat di lingkungan perumahan.
Kondisi ini menimbulkan keluhan dari warga yang merasa terganggu dengan pencemaran udara dan kebersihan lingkungan yang menurun. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan penerapan teknologi dalam pengelolaan limbah ternak serta solusi pengolahan feses yang lebih ramah lingkungan guna menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan PKM ini, KTT SADAK bertujuan mendukung keberlanjutan usaha dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Pertama, diharapkan dapat diterapkan teknologi ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah, yang akan mengatasi masalah bau dari limbah ternak dan mengurangi populasi lalat yang menggangu.
Penerapan teknologi mendukung SDG 3, dan berkontribusi pada keberhasilan pengelolaan limbah dan kebersihan lingkungan, sesuai dengan IKU dan Asta Cita terkait lingkungan yang sehat, serta sejalan dengan RIRN bidang pengelolaan lingkungan. Kedua, KTT SADAK berencana mengolah limbah ternak menjadi pupuk kompos yang dapat mengurangi pencemaran dan membuka peluang diversifikasi produk untuk sumber pendapatan. Inisiatif ini mendukung SDG 15, serta terkait dengan IKU dalam inovasi pengelolaan limbah, Asta Cita pemberdayaan ekonomi berkelanjutan, RIRN bidang teknologi pengelolaan limbah. Ketiga, melalui pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, KTT SADAK diharapkan tidak lagi menimbulkan dampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, mendukung SDG 11 dan SDG 3, serta RIRN bidang kesehatan masyarakat.