Dosen Universitas samawa Memenangkan Hibah Kompetitif Nasional, Program Penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025, Skema PKM. Dengan Judul Program Peningkatan Kemampuan Literasi Digital bagi Guru Daerah Transmigran Sampar Maras Melalui Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Game Based Learning

UNSANEWS, Sumbawa Besar – Tim yang diketuai oleh Syarif Fitriyanto, M.Pd, dengan anggota Erma Suryani, M.Pd dan Musahirin, M.Pd mengajukan Pengabdian Kepada Masyarakat terkait Program Peningkatan Kemampuan Literasi Digital Bagi Guru Daerah Transmigran Sampar Maras melalui Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Game Based Learning. Secara geografis, Sampar Maras yang berada Desa Labuhan Badas kabupaten Sumbawa ini termasuk wilayah terpencil dengan akses teknologi yang terbatas.

Infrastruktur internetnya masih belum memadai, dengan kecepatan rata-rata hanya 5 Mbps dan seringnya terjadi pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas pembelajaran. Selain itu, sarana pendukung pembelajaran berbasis digital seperti laboratorium komputer, dan atau LCD proyektor di SDN Sampar Maras juga tidak ada. Kendala ini semakin memperparah kesenjangan pendidikan antara daerah transmigran ini dengan wilayah perkotaan. Namun, di balik keterbatasan tersebut, terdapat potensi sumber daya manusia yang menjanjikan. Guru-guru di SDN Sampar Maras menunjukkan motivasi tinggi untuk meningkatkan kompetensi mereka, sebagaimana terlihat dari hasil survei awal tim PKM di mana 85% responden guru menyatakan keinginan kuat untuk menguasai teknologi pembelajaran. Sayangnya, peluang pelatihan masih sangat minim—hanya 20% guru yang pernah mengikuti pelatihan terkait literasi digital.

Rendahnya literasi digital ini berdampak langsung pada minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil wawancara tim PKM dengan siswa menunjukkan bahwa 90% di antara mereka tertarik belajar jika menggunakan media interaktif seperti permainan edukatif (game-based learning atau GBL).

Oleh karena itu, program peningkatan literasi digital melalui pelatihan dan pendampingan GBL bagi guru SDN Sampar Maras dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut. Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan satu arah, tetapi juga menerapkan pendekatan training of trainers (ToT) agar guru mampu menjadi agen perubahan di sekolah mereka. Dampak yang diharapkan meliputi peningkatan kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran berbasis game, peningkatan minat belajar siswa, serta terciptanya model pembelajaran inovatif yang dapat diadopsi oleh sekolah lainnya khususnya di daerah transmigran. Dengan demikian, program ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga dapat berkontribusi pada upaya pemerataan pendidikan digital di Indonesia, sekaligus memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah terpencil dan perkotaan.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *