
Rektor UNSA,Prof. Din Syamsuddin MA Mendampingi Kungker Mendikdasmen
Abdul Mu’ti, M.Ed., melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Sabtu (tanggal sesuai acara), dalam rangka membuka secara resmi pelantikan santri baru dan tahun pendidikan 2025/2026.

Kehadiran beliau disambut langsung oleh Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, MA selaku pendiri PMI Dea Malela, didampingi oleh Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd. (Rektor Universitas Samawa), Wakil Ketua DPRD Sumbawa, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemda Kabupaten Sumbawa. Tak kalah penting, ratusan orang tua dan wali santri juga turut hadir, memberi semangat kepada putra-putri mereka yang memulai perjalanan pendidikan di lingkungan pesantren modern berwawasan internasional ini. Lenangguar, Sumbawa – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi terhadap peran pesantren dalam membentuk karakter bangsa.
“Pesantren adalah benteng moral dan cahaya ilmu bagi bangsa. Santri hari ini adalah pemimpin masa depan. PMI Dea Malela telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam memadukan nilai keislaman dan kecakapan global,” ujarnya di hadapan para tamu undangan dan santri baru.
Acara pelantikan berlangsung khidmat, ditandai dengan pembacaan ikrar santri baru dan simbolisasi penyematan atribut oleh pihak pesantren.

PMI Dea Malela sendiri merupakan pesantren yang didirikan oleh Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, MA, dengan visi menjadi pusat pendidikan Islam modern bertaraf internasional. Pesantren ini menekankan perpaduan antara nilai-nilai Islam, keilmuan modern, dan penguasaan bahasa asing sebagai bekal menghadapi era globalisasi.“Saya berharap para santri tidak hanya menjadi pribadi yang berilmu, tapi juga memiliki karakter kuat. Dunia hari ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, dan itu semua bisa lahir dari lingkungan pesantren seperti ini.”
Serta “PMI Dea Malela adalah contoh pesantren visioner. Didirikan oleh tokoh bangsa, dikelola dengan manajemen modern, dan tetap menjunjung nilai-nilai Islam. Ini model pendidikan yang patut dikembangkan di berbagai daerah.”
“Terus dampingi anak-anak, doakan mereka, dan percayakan proses pendidikan di pesantren. Pendidikan terbaik lahir dari sinergi antara keluarga, guru, dan lingkungan.” Ujar Mendikdasmen