
Dosen Universitas samawa Memenangkan Hibah Kompetitif Nasional, Program Penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025, Skema PFR. Dengan Judul Rancangan Asesmen Pembelajaran Diagnostik Digital Berbasis Pendekatan Multisensori untuk Identifikasi Dini Gejala Learning Disolder (Gangguan Belajar) Siswa Sekolah Dasar

UNSANEWS, Sumbawa Besar – Tim yang diketuai oleh Indah Dwi Lestari, M.Pd., dengan anggota Dr. Andi Haris, M.Pd. dan Syarif Fitriyanto, M. Pd. meneliti tentang pemahaman guru terhadap gejala learning disorder. Dimana banyak guru belum mendapatkan pelatihan khusus dalam mengenali ciri-ciri gangguan belajar seperti disleksia (kesulitan membaca), diskalkulia (kesulitan matematika), dan disgrafia (kesulitan menulis); Kemudian belum adanya asesmen diagnostik yang sistematis dan berbasis teknologi.
Sebagian besar asesmen pembelajaran yang dilakukan di sekolah masih bersifat standar dan tidak mampu mendeteksi gangguan belajar secara spesifik. Selain itu, sekolah juga belum melakukan/melaksanakan tes diagnostik untuk mendeteksi keberadaan siswa yang mengalami ciri gangguan belajar, meskipun sudah ada dilakukan namun hanya bertujuan untuk memetakan kemampuan awal siswa dalam perencanaan pembelajaran; c) Ketergantungan pada metode tes tertulis konvensional. Siswa dengan learning disorder sering kali gagal dalam tes berbasis teks, sehingga sulit diidentifikasi apakah kesulitannya berasal dari gangguan belajar atau hanya keterlambatan akademik biasa; d) Minimnya pendekatan multisensori dalam asesmen. Sebagian besar tes yang digunakan di sekolah hanya mengandalkan satu modalitas belajar (misalnya membaca teks), padahal siswa dengan gangguan belajar membutuhkan pendekatan multisensori yang melibatkan visual, auditori, dan kinestetik agar lebih mudah dipahami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, kevalidan dan keefektifan Rancangan Asesmen Pembelajaran Diagnostik Digital Berbasis Pendekatan Multisensori Untuk Identifikasi Dini Gejala Learning Disolder (Gangguan Belajar) Siswa . Jenis penelitian ini adalah penelitian R&D menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Prosedur pengembangan menggunakan prosedur borg & gall dengan 10 tahapan yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk, revisi produk, ujicoba pemakaian, revisi produk, produksi massal. Instrumen penelitian berupa angket validasi dan penilaian tes. Teknis analisis data menggunakan teknis presentasi.