
Dosen Universitas samawa Memenangkan Hibah Kompetitif Nasional, Program Penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025, Skema PDP. Dengan Judul Efektivitas Kombinasi Terapi Komplementer Diaphragmatic Breathing dan Walking Exercise Terhadap Puncak Arus Ekspirasi Arus Ekspirasi Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronis

UNSANEWS, Sumbawa Besar – Tim yang diketuai oleh Ns. Laily Widya Astuti, S.Kep.,M.Kep. dengan anggota Ns. Brilyan Anindya Dayfi, S.Kep.,M.Kep. meneliti tentang Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) dimana salah satu penyakit kronis yang signifikan di Indonesia, termasuk di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. PPOK mempengaruhi kualitas hidup pasien secara luas, terutama dalam hal fungsi paru dan aktivitas fisik.
Urgensi penelitian yakni terapi komplementer diaphragmatic breathing dan walking exercise menawarkan potensi untuk meningkatkan arus puncak ekspirasi, yang merupakan indikator penting dalam pengelolaan PPOK. Penelitian ini penting karena dapat memberikan bukti ilmiah tentang efektivitas kombinasi terapi ini, sehingga dapat menjadi alternatif perawatan yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi pasien PPOK.
Dengan demikian, penelitian ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi beban kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian :
- mengetahui Efektivitas kombinasi terapi Komplementer diaphragmatic breathing dan walking exercise terhadap peningkatan puncak arus ekspirasi pada pasien PPOK.
- mengetahui gambaran arus puncak ekspirasi pada pasien PPOK sebelum diberikan intervensi kombinasi terapi Komplementer diaphragmatic breathing dan walking exercise.
- mengetahui gambaran arus puncak ekspirasi pada pasien PPOK setelah diberikan intervensi kombinasi terapi Komplementer diaphragmatic breathing dan walking exercise.
Metode penelitian yang akan digunakan adalah quasy experimental dengan pendekatan pre and posttest control group design. Tahapan penelitian sebagai berikut Penelitian ini membagi responden menjadi dua kelompok: kelompok kontrol 20 orang dan intervensi 20 orang yang menerima terapi diaphragmatic breathing dan walking exercise selama 2 minggu, serta kelompok kontrol yang menerima terapi obat standar.
Pengukuran arus puncak ekspirasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan peak flow meter. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan t-test dependent untuk mengetahui tingkat efektivitas kombinasi terapi Komplementer diaphragmatic breathing dan walking exercise terhadap peningkatan puncak arus ekspirasi pada pasien PPOK.