Pembekalan KKL Angkatan XXVII UNSA 2025: Mahasiswa Dibekali Ilmu Lapangan Sebelum Terjun ke Masyarakat.

Sebanyak 365 mahasiswa Universitas Samawa (UNSA) mengikuti pembekalan awal Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Angkatan XXVII Tahun 2025, yang berlangsung pada Selasa, 15 Juli 2025 di Auditorium UNSA. Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum mahasiswa diterjunkan ke 27 desa pada 12 kecamatan di Kabupaten Sumbawa selama dua bulan pengabdian.

Pembekalan hari pertama terbagi dalam dua sesi utama dengan menghadirkan narasumber-narasumber berkompeten dan berpengalaman di bidangnya.

Sesi I : Pendampingan Lapangan

Dr. Rusdianto, M.Pd – Kabid BPBD Kabupaten Sumbawa
Membuka sesi dengan materi “Wawasan Kebencanaan”, Dr. Rusdianto mengingatkan pentingnya pemahaman risiko bencana, terutama bagi mahasiswa yang akan hidup berdampingan dengan masyarakat desa.

 

“Sumbawa memiliki potensi bencana seperti banjir, longsor, hingga kekeringan. Mahasiswa KKL harus mampu membaca situasi, memberikan edukasi mitigasi sederhana, dan tidak menjadi bagian dari risiko,” jelasnya.

Beliau juga menekankan pentingnya komunikasi, kolaborasi dengan warga lokal, dan kesiapan menghadapi kondisi darurat di lokasi penempatan.

M. Anugerah Puji Sakti, S.H., M.H., C.Me – Dosen Fakultas Hukum UNSA
Melalui materi “Implementasi KKL dan Penjelasan Program Utama”, beliau menjelaskan skema pelaksanaan KKL, mulai dari peran mahasiswa di masyarakat, bentuk kegiatan utama dan tambahan, hingga cara membangun kemitraan dengan pemerintah desa.

“KKL bukan tentang datang dan pulang, tapi tentang meninggalkan dampak. Bangun komunikasi yang baik dengan warga dan jadikan potensi lokal sebagai kekuatan program kerja kalian,” ujarnya penuh motivasi.

 

 

 

Sesi II : SDGs dan Teknik Pelaporan

Dr. Ieke Wulan Ayu, STP., M.Si – Dosen dan Dekan Fakultas Kesehatan UNSA
Membawakan materi “Peran Mahasiswa dalam Menyukseskan Pencapaian SDGs di Tana Samawa”, beliau mengajak mahasiswa untuk memahami dan mengintegrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ke dalam program KKL.

“Mahasiswa KKL bisa ambil bagian dalam isu gizi, sanitasi, edukasi kesehatan, pemberdayaan perempuan, hingga pelestarian lingkungan. Semua itu bagian dari SDGs yang bisa diwujudkan dalam skala lokal,” jelasnya antusias.

Beliau juga memberikan contoh-contoh kegiatan berbasis kesehatan dan lingkungan yang sederhana namun berdampak besar jika dijalankan secara konsisten bersama masyarakat.

Edrial, S.Sos., M.Si – Dosen Ilmu Sosial UNSA
Mengakhiri sesi dengan materi “Teknis Penyusunan Laporan”, Edrial menjelaskan format dan struktur laporan KKL mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga dokumentasi hasil kegiatan. Ia juga menekankan pentingnya refleksi dan evaluasi sebagai bagian dari laporan.

“Laporan bukan sekadar kewajiban administratif, tapi juga jejak kontribusi dan cerita perjuangan kalian di lapangan. Buatlah laporan yang jujur, lengkap, dan menggambarkan proses kerja nyata,” pesannya.

Dengan pembekalan ini, mahasiswa UNSA diharapkan tidak hanya siap menjalani KKL secara teknis, tetapi juga membawa semangat kolaborasi, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata selama dua bulan pengabdian di tengah masyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *