SMAN 1 Moyo Utara, KKL UNSA dan Bawaslu Sumbawa adakan Pendidikan Politik Bagi Gen Z

UNSANEWS, Sumbawa Besar – KKL kelompok Desa Kukin dan BEM FH UNSA serta BAWASLU Sumbawa adakan pendidikan politik untuk Siswa Gen Z di Aula SMAN 1 Moyo Utara, Senin (08/09). Pembicara pada kegiatan tersebut antara lain, Sanapiah S.Pd Komisioner Bawaslu Sumbawa dan Panji Prabu Dharma, SH., MH Dosen Fakultas Hukum Univeritas Samawa.

Kepala SMAN 1 Moyo Utara, Iwan Nuddin, S.Pd yang juga mantang Komisioner KPU Sumbawa sangat vmendukung kegiatan ini. Sebab siswa Sekolah dengan motto religius berbudaya dengan visi religius, berdaya saing, dan berbudaya ini diharapkan dapat berkontribusi positif ditengah masyarakat dalam semuah bidang termasuk bidang politik,

Ia menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Sebab Pendidikan politik bagi generasi muda khususnya Gen Z, sangatlah penting.

“agar mereka tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran kritis terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan memahami politik sejak dini, para pemuda diharapkan mampu berperan aktif dalam menjaga demokrasi Indonesia yang sehat, adil, dan berintegritas,” terang Iwan, sapaan akrapnya.

Diungkapkan, kegiatan diikuti oleh sebanyak 80 siswa Kelas 12 SMAN 1 Moyo Utara. “Tujuan dan target dapat meningkatkan kesadaran politik di kalangan Gen Z agar memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta membentuk karakter pemuda yang peduli, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam membangun bangsa,” jelasnya.

Sarkasih, ketua penitia berharap Pendidikan Politik ini dapat membuka wawasan kita semua bahwa politik bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari, melainkan ruang yang harus diisi oleh generasi muda dengan ide, gagasan, dan tindakan positif. “Setiap warga negara, termasuk pemudan dan siswa yang telah memenuhi syarat, memilihhak-hak bagi para pemilih, abtara lain: siswa berhak untuk mendapatkan informasi yang jelas dan akurat tentang calon, partai politik, dan proses pemilihan; siswa memiliki hak untuk terlibat dalam kegiatan politik, termasuk diskusi dan sosilalisasi hari ini,” ucapnya.

Hal ini berguna bagi pemuda dan siswa untuk melahirkan Kesadaran akan Hak dan Kewajiban polotik setiap warga negara. “Dengan memahami hak-hak ini, kita menjadi lebih sadar akan kewajiban kita untuk menggunakan suara kita dalam pemilu. Ini adalah kesempatan untuk menyuarakan pendapat dan harapan kita sebagai masyarakat untuk kebaikanbangsa dan negara, serta tau ke tana samawa khususnya, tutup Serkasi aktivis mahasiswa fakultas hukum ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *