
Pelatihan BTCLS Fakultas Kesehatan Universitas Samawa Sukses Ditutup, Tingkatkan Kompetensi Penanganan Gawat Darurat

UNSANEWS, Sumbawa, 31 Januari 2026 – Setelah berlangsung intensif selama enam hari, Pelatihan Basic Trauma Cardiac and Life Support (BTCLS) yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Universitas Samawa (FIKES UNSA) bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan (BAPELKES) Mataram dan EMERGENCY LINK resmi ditutup pada hari ini, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung lancar sejak 26 Januari tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan, mahasiswa profesi kesehatan, dan praktisi terkait. Pelatihan BTCLS dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan klinis dalam penanganan awal pasien trauma dan kegawatan jantung secara komprehensif.
Acara penutupan secara resmi dipimpin oleh Kepala BAPELKES Mataram via Zoom Meeting, Ali Wardana, SKM., M.Si. Dalam sambutannya, Ali Wardana memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan pelatihan yang kolaboratif ini.
“Atas nama BAPELKES Mataram, saya mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Kesehatan Universitas Samawa dan EMERGENCY LINK atas kerjasamanya yang luar biasa. Pelatihan BTCLS ini sangat strategis untuk membekali para tenaga kesehatan dengan standar kompetensi yang terbaru dan terukur dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dengan optimal untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di masyarakat,” ujarnya.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi teori dan praktik langsung dari instruktur-instruktur bersertifikat, mencakup keterampilan dasar hidup (BLS), stabilisasi pasien trauma, tatalaksana henti jantung, serta penggunaan alat-alat penunjang gawat darurat.
Dr. Ieke Wulan Ayu, STP,.M.Si, Dekan Fakultas Kesehatan UNSA, dalam sambutannya menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan komitmen fakultas untuk selalu berkontribusi dalam pengembangan SDM kesehatan yang unggul dan responsif. Kerja sama dengan institusi pelatihan berkompeten seperti BAPELKES dan organisasi spesialis seperti EMERGENCY LINK dinilai sangat efektif dalam mencapai tujuan tersebut.

Ns. Antoni Eka Fajar Maulana, M.Kep., selaku Direktur EMERGENCY LINK menambahkan bahwa pelatihan yang padat dan berbasis simulasi ini diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada kasus-kasus gawat darurat melalui intervensi yang cepat dan tepat oleh para peserta usai pelatihan.
Di akhir acara, kepada 50 peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan dinyatakan lulus, diberikan sertifikat kompetensi BTCLS sebagai bukti peningkatan kapasitas mereka dalam bidang penanganan kegawatdaruratan.
Dengan ditutupnya pelatihan ini, diharapkan akan lahir lebih banyak tenaga kesehatan yang terampil dan siap menjadi ujung tombak penyelamatan jiwa di berbagai fasilitas layanan kesehatan di wilayah Sumbawa dan sekitarnya.