UNSA dan PT SMM Tanam 9.000 Mangrove di Teluk Santong, Wujud Kolaborasi Nyata Jaga Pesisir Sumbawa

Sumbawa Besar, 23 Mei 2026 — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan pesisir kembali ditunjukkan melalui kegiatan penanaman mangrove dalam rangkaian Sumbawa Run The Grove 2026 yang berlangsung di Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Jumat (23/5). Kegiatan kolaboratif tersebut berhasil menanam sebanyak 9.000 bibit mangrove dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Shrimp Party ini merupakan bentuk sinergi antara Universitas Samawa bersama PT SMM serta didukung sejumlah perusahaan tambak yang tergabung dalam Shrimp Club Indonesia. Lebih dari 300 peserta turut ambil bagian dalam aksi konservasi pesisir tersebut.

Hadir dalam kegiatan itu jajaran Kodim 1607/Sumbawa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Camat Plampang, Kepala Desa Teluk Santong, para kepala sekolah dan guru, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga mahasiswa Universitas Samawa.

Wakil Rektor III Universitas Samawa, M. Wildan, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove menjadi bagian penting dari implementasi pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha menjadi langkah strategis dalam menciptakan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir Kabupaten Sumbawa.

Sementara itu, CEO PT SMM, Yar Rahman, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Ia menjelaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove sebelumnya juga telah dilakukan di sejumlah wilayah pesisir seperti Desa Stowe Berang Utan, Desa Pulau Kaung Buer, hingga Nanga Sira Penyaring.

Ia menyebutkan, bersama Universitas Samawa, hingga saat ini telah lebih dari 40 ribu bibit mangrove ditanam di berbagai kawasan pesisir di Kabupaten Sumbawa.

Aksi penanaman mangrove dilakukan secara gotong royong oleh seluruh peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem pesisir. Mangrove dinilai memiliki manfaat besar, tidak hanya dalam mencegah abrasi dan menjaga habitat biota laut, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

Selain kegiatan konservasi, suasana kebersamaan juga terasa melalui pelaksanaan Shrimp Party yang menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi sektor tambak udang di wilayah pesisir Sumbawa. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan dan sinergi antara masyarakat, akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mendorong pembangunan ekonomi pesisir yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove semakin meningkat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *