Dialog Kebangsaan Bersama Wakil Ketua Komisi X DPR RI Bekali Mahasiswa KKL UNSA dengan Wawasan Empat Pilar

Sumbawa Besar – Universitas Samawa (UNSA) menghadirkan kegiatan Dialog Kebangsaan dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sebagai bagian dari rangkaian Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Angkatan XXVIII yang berlangsung di Auditorium Universitas Samawa. Kegiatan ini menghadirkan My Esti Wijayati, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, sebagai narasumber utama yang memberikan penguatan wawasan kebangsaan kepada ratusan mahasiswa peserta KKL.

Dialog Kebangsaan tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke tengah masyarakat dalam pelaksanaan program KKL yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa. Dalam paparannya, My Esti Wijayati menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman, termasuk derasnya arus informasi digital yang berpotensi memunculkan disinformasi dan polarisasi sosial.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan serta menjadi teladan di lingkungan masyarakat. Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap My Esti Wijayati dalam penyampaian materinya.

Ia menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama yang harus dipahami dan diamalkan oleh generasi muda.

Sementara itu, Rektor Universitas Samawa, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang telah memberikan penguatan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa UNSA. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan tujuan KKL yang tidak hanya berorientasi pada pengabdian masyarakat, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa.

“Mahasiswa yang akan melaksanakan KKL harus mampu menjadi representasi kampus di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembekalan wawasan kebangsaan menjadi bekal yang sangat penting agar mereka dapat menjalankan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan,” ujar Rektor.

Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa terkait tantangan kebangsaan, pendidikan, peran pemuda dalam pembangunan daerah, hingga pentingnya menjaga semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan Dialog Kebangsaan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian pelepasan mahasiswa KKL UNSA Angkatan XXVIII. Melalui kegiatan tersebut, Universitas Samawa menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, kepedulian sosial yang tinggi, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *